Berikut adalah rangkuman berita terkini Malaysia mengenai lanskap politik, ekonomi, dan sosial per tanggal 25 Januari 2026.
Stabilitas Politik dan Dinamika Kepemimpinan Baru
Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi peta perpolitikan Malaysia. Setelah pengumuman pengunduran diri Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai Ketua Perikatan Nasional (PN) pada awal Januari, perhatian publik tertuju pada perebutan kepemimpinan dalam blok oposisi. Ketegangan antara partai PAS dan Bersatu dalam menentukan suksesor memberikan ruang bagi pemerintahan Madani di bawah pimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk memperkuat agenda reformasi institusionalnya.
Meskipun pemerintahan saat ini menikmati stabilitas relatif, tantangan tetap ada dalam menjaga keharmonisan koalisi menjelang persiapan pemilihan umum negara bagian. Selain itu, pemerintah mulai memberikan fokus serius pada proses persempadanan semula (redelineation) daerah pemilihan yang diharapkan rampung sebelum Pilihan Raya Umum ke-16 (GE16). Fokus utama Anwar Ibrahim pada awal 2026 adalah memastikan efisiensi birokrasi dan pemberantasan korupsi di tingkat struktural terus berjalan tanpa gangguan politik.
Transformasi Ekonomi Melalui Rencana Malaysia Ke-13
Dari sektor ekonomi, Malaysia secara resmi memasuki fase awal Rencana Malaysia Ketigabelas (RMKe-13) untuk periode 2026–2030. Pemerintah menargetkan pertumbuhan PDB sebesar 4,0% hingga 4,5% pada tahun ini, didorong oleh penguatan sektor manufaktur teknologi tinggi dan digitalisasi ekonomi. Bank Negara Malaysia (BNM) tetap mempertahankan Overnight Policy Rate (OPR) di level 2,75% untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan domestik dan stabilitas harga.
Salah satu motor penggerak ekonomi utama tahun ini adalah kampanye Visit Malaysia 2026. Pemerintah menargetkan kunjungan jutaan wisatawan mancanegara guna meningkatkan devisa negara dan menghidupkan https://www.kabarmalaysia.com/ kembali sektor UMKM yang terkait dengan pariwisata. Selain itu, investasi asing (FDI) di sektor pusat data dan kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan terus melonjak seiring dengan upaya Malaysia memposisikan diri sebagai pusat digital di Asia Tenggara.
Pemberdayaan Sosial dan Reformasi Kesejahteraan Rakyat
Di bidang sosial, isu biaya hidup tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah telah memulai implementasi penuh penyesuaian gaji pegawai negeri melalui Sistem Saraan Perkhidmatan Awam (SSPA) yang mulai dirasakan manfaatnya pada Januari 2026. Langkah ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah inflasi yang diproyeksikan berada pada kisaran 1,7% hingga 1,8%.
Upaya penghapusan kemiskinan tegar juga membuahkan hasil signifikan, di mana statistik menunjukkan penurunan hingga angka 0,09% di awal tahun ini. Pemerintah juga terus memperkuat jaringan pengaman sosial melalui bantuan tunai yang lebih tertarget. Selain itu, reformasi sistem kesehatan publik dengan peningkatan fasilitas di daerah pedalaman Sabah dan Sarawak menjadi agenda sosial utama guna memastikan akses kesehatan yang setara bagi seluruh rakyat Malaysia. Dengan kombinasi reformasi ekonomi dan kepedulian sosial, Malaysia berupaya membangun ketahanan nasional yang lebih kokoh di tahun 2026.
Recent Comments